Senyum adalah ekspresi. Menunjukkan kebesaran jiwa dan kelapangan hati. Orang yang sering tersenyum senantiasa berwajah cerah dan menyenangkan. Walau tak tampan atau cantik, kecerahan wajahnya membuatnya sterkesan kepada siapa saja. Ekspresi senyum mampu mencairkan kebekuan, kecemasan dan keragu-raguan. Membuat suasana hangat, akrab dan penuh keharmonisan.
Senyum juga merupakan terapi mental dan kejiwaan, merupakan upaya dari dalam diri kita untuk melawan berbagai tekanan yang kita hadapi. Dengan tersenyum, tanpa sadar kita sedang berupaya menghibur diri dari setiap masalah, mengubati mental sekaligius melatihnya untuk semakin tegar. Tersenyum (sambil berdoa) dalam kesedihan dan kesusahan, merupakan ubat terbaik bagi diri untuk menemukan solusi dan keluar dari tekanan psikis.

Lihatlah bayi mungil yang baru lahir. Dia tak dapat berbahasa seperti kita, namun senyumannya mampu meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya. Senyuman bayi begitu menggemaskan, mampu menggambarkan kebahagiaan yang tulus dan fitrah. Orang akan melakukan apa saja untuknya, walau bayi tak pernah menyuruh dan memerintah, namun senyumannya memiliki ribuan makna yang membuat orang berusaha untuk memahami kehendaknya. Bila bayi menangis, itu menunjukakn bahwa ada masalah dan ketidakselesaan, dan orang-orang disekitarnya akan berupaya mencari sumber masalahnya kemudian mencari solusinya. Dan bila bayi tersenyum, ada kebahagiaan yang dirasakan dan ditularkan pada siapa saja yang melihatnya. Tersenyumlah dengan ketulusan.. hati anda akan lapang dan anda akan menjadi pribadi yang hangat. Kerana dengan tersenyum, anda sedang membuka pintu hati anda pada siapa saja. Senyuman yang tulus gambaran kematangan peribadi seseorang, kerana senyuman adalah gambaran hati, sehingga akan turut membentuk karakter seseorang.
Senyum Itu menyihatkan
Tahukah anda? Saat tersenyum, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik, otot di sekitar hidung juga, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar. Kalau dihitung, ada 12 otot wajah yang bergerak saat seseorang tersenyum. Saat merungut, otot yang bergerak hanya sebelas. Sementara senyuman palsu hanya menggerakan dua otot yaitu di sudut bibir.“Saya tahu senyuman seseorang tulus atau palsu dengan cara melihat matanya. Seseorang yang tersenyum palsu matanya tidak ikut tersenyum,” kataDavid Song, MD, FACS., ahli bedah plastik Universitas Chicago Hospital.


0 comments:
Catat Ulasan